GMBI DISTRIK KOTA BANDUNG DATANGI KEMBALI DPRD PROV. JABAR

Bagikan berita:

Media Jabar.Net.Bandung – Tidak kurang dari ratusan orang anggota LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Senin (27/01/2019) mendatangi kantor DPRD Jabar dan diterima oleh ketua komisi I Bedi Budiman dari partai PDIP dan sekeretaris komisi dari PKS.Sebelum masuk ke ruangan komisi I para pendemo sempat berorasi damai menyampaikan tuntutan mereka karena mereka sudah tiga kali mendatangi gedung dewan.

Adapun pernyataan sikap yang mereka sampaikan diantaranya 1.Kami keluarga besar LSM GMBI meminta agar Dewan serius dalam menerima dan menampung aspirasi dari warga masyarakat tentang ulah dan prilaku gubernur Jawa Barat.

2.Kami LSM GMBI meminta agar dewan serius menjalankan tugas sebagai wakil rakyat di DPRD Provinsi Jawa Barat. 3.Kami keluarga besar LSM GMBI meminta ketgasan dan kejelasan apa sanggup atau tidak menangani dan menaggapi persoalan yang pernah kami sampaikan.

4.Kami keluarga besar LSM GMBI meminta kepastian kapan DPRD Provinsi Jabar akan melakukan dengar pendapat dengan GMBI. Kenapa GMBI datang kembali menggoyang DPRD dan menyampaikan pernyataan sikap tersebut, karena mereka ingin segera dijadwalkan untuk dengar pendapat agar DPRD melakukan interplasi kepada Ridwan Kamil selaku Gubernur atas beberapa kebijakan yang diambil .

Diantaranya mengenaia aset tender mobil maskara, dan pembeliah Helikopter dan masalah proyek KCIC ( Kereta cepat Indonesia Cina) dimana  menurut GNBI dampak dari proyek tersebut mengakibatkan hal-hal yang merugikan dan menyengsarakan rakyat salah satunya masyarakat desa Takokak Kabupaten Cianjur yang kena pembebasan lahan untuk proyek tersebut.

Dalan peretemuan tersebut disepakati dengan GMB Dewan menjajikan akan melakukan dengar pendapat di minggu pertama bulan Pebruari bulan depan agar ada kejelasan tentang hal-hal hal yang mereka pertanyakan karena untuk melakukan interplasi memerlukan proses yang panjang tegas Bedi. (RONi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *