Presiden the WPC 202 Negara HE Mr Djuyoto Suntani “Indonesia Induk Peradaban Dunia”

Bagikan berita:

Media-jabar.net Selasa 17/04/2018 Jawa Barat – Kota Bandung — Presiden the World Peace Committee 202 Countries HE Mr Djuyoto Suntani dengan tegas mengatakan bahwa, “Indonesia purba merupakan Induk Peradaban Dunia. Semua manusia, semua budaya, semua agama, semua bahasa, semua teknologi yang berkembang di seluruh dunia sekarang berasal dari Indonesia purba”, ucapnya.

Presiden the World Peace Committee 202 Countries HE Mr Djuyoto Suntani saat berpidato di hotel savoi homan bandung (17/04).

Hal itu disampaikan Tokoh Dunia ini ketika menjadi pembicara kunci yang diselenggarakan Besdaya Bandung di hotel Savoi Homan Bidakara, Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat, Indonesia, pada 17 April 2019.

Presiden the WPC 202 di acara “Revitalisasi Nilai-Nilai Sejarah Dalam Makna Kebangsaan Untuk Meningkatkan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Yang Cerdas Berbudaya”.

Menurut Tokoh Paling Berpengaruh di Planet Bumi ini, ketika Eropa masih berupa kutub es, ketika kawasan Arab masih berupa padang pasir tanpa ada manusia, wilayah Indonesia purba sudah melahirkan berbagai peradaban tinggi.


“Semua manusia juga berasal dari Indonesia purba” tegas Tokoh Dunia ini. “Jangan percaya sejarah di buku buku itu karena sejarah ditulis versi yang menulis. Sejarah dalam bahasa Inggris adalah His Story atau cerita dia, cerita yang menulis,” tegas Tokoh Dunia yang menciptakan Bahasa Dunia, Etika Dunia, Hari Raya Umat Manusia ini.

Para Budayawan yang hadir dalam acara foto bersama dengan Presiden Perdamaian Dunia 202 Negara Djuyoto Suntani.

Sebagai Induk Peradaban Dunia seharusnya Bangsa Indonesia lebih Hebat dari semua Bangsa. “Karena itu saya pelopori kehebatan Indonesia di seluruh dunia, agar seluruh Bangsa Indonesia punya mental dunia seperti saya,” tegas Tokoh Terbesar Dunia asal Indonesia yang menetapkan Hari Keluarga Bumi, Hari Gunung Dunia dan banyak lagi. (Den.Mj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *