Gebraggan Dansektor 22 Awal Tahun Bongkar Bangunan Liar

Bagikan berita:

Media Jabar.Net.Kota Bandung, – Memasuki awal tahun 2021 Dansektor 22 Kolonel Eppy Gustiawan akan tetap konsisten bongkar bangunan liar yang berada di bantaran sungai, salah satu faktor penyebab meluapnya air sungai , selain kumuh juga mengganggu estetika tata kota hususnya di kota Bandung.

Seperti yang dilakukan Satgas Citarum Harum Sektor 22 Sub 10 dibawah Komando Serka Rudi bersama Gober dan DPU Kota Bandung bersinergi serta bahu membahu melakukan pembongkaran bangunan liar yang berada di bantaran sungai Cibodas Wilayah Kel. Antapani Kidul Kec. Antapani Kota Bandung. Kamis ( 7/1).

Satgas Citarum Harum Sektor 22 dalam melakukan penertiban Daerah aliran Sungai (DAS) sebagai tindakan penegakkan Peraturan Presiden No. 15 Th 2018 menuju percepatan penanggulangan pencemaran dan kerusakan Daerah Aliran Sungai

“Peran Satgas Citarum Harum, salah satunya adalah bagaimana pengendalian pemanfaatan ruang itu. Berikutnya adalah bagaimana pemberdayaan sumber daya air, Salah satunya adalah bantaran sungai”. Ujar Dansektor 22 Kol. Inf. Eppy Gustiawan saat meninjau lokasi.

Eppy mengingatkan, bantaran sungai tidak boleh digunakan untuk membangun bangunan apapun karena dapat mempersempit badan sungai. Pondasi bangunan juga dapat membuat tanggul sungai jebol.

“Adanya bangunan liar dibantaran sungai membuat badan sungai menjadi sempit. Selain itu, bangunan dapat membuat tanggul sungai jebol”. Ujar Eppy.

Dansektor juga mengatakan, penertiban bangunan ini tidak hanya dilakukan di sepanjang Sungai Cibodas saja. Tapi juga di semua sungai di Kota Bandung, sehingga lebih mudah untuk normalisasi Sungai.

“Sebelumnya kita sudah melakukan pembersihan bangunan liar yang berada di Sungai Cipamokolan dan Sungai Citeupus”. Katanya.

Dengan begitu, kata Eppy, semua sungai bisa tampak bersih tanpa adanya bangunan-bangunan liar. Kemudian, normalisasi yang akan dilakukan lebih lancar tanpa adanya hambatan.

“Sungai tampak bersih tanpa adanya bangunan liar. Kedepannya untuk melakukan normalisasi sungai bisa lancar tanpa adanya hambatan”. Pungkas Eppy.

Hal ini Dansektor 22 mendapat dukungan dan apresiasi dari pemerintah kota Bandung, karena sangat menunjang program kota bandung, bangunan liar yang sudah menjamur di bantaran sungai yang selama ini sangat susah di berantas meskipun ada perda K 3 Ketertiban,Kebersihan dan Keindahan.

(Asep/Jpch).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *