Dihari Kesaktian Pancasila, 304 PNS Garut Terima SK Kenaikan Pangkat

Bagikan berita:

Media-jabar.net | Jawa Barat – Garut — Sebanyak 304 PNS di lingkungan Pemkab Garut menerima SK Kenaikan Pangkat Periode 1 Oktober 2019. Secara simbolis SK tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Garut H Rudy Gunawan SH MH di sela-sela Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Setda, Selasa (01/10/2019).

Bupati mengatakan, kegiatan Penyerahan SK Kenaikan Pangkat sebelum TMT (terhitung mulai tanggal) merupakan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan pengelolaan dan pelayanan di bidang kepegawaian.

Pada kesempatan tersebut, Camat Pameungpeuk, Kabid Pembendaharaan BPKAD, Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD, Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Tarogong Kidul, Guru Pertama SDN Pakuwon I, Pengumpul dan Pengolah Data RSUD dr Slamet, Pengemudi Mobil Kebakaran Dinas Kebakaran, Pengelola Pengujian Kendaraan Dinas Perhubungan, Petugas Lapangan Dinas Lingkungan Hidup, menerima langsung SK dari Bupati Garut.

Dalam sambutannya, Rudy menyampaikan, penyerahan SK Kenaikan Pangkat ini merupakan prinsip managemen kepegawaian, untuk mewujudkan ASN yang profesional melalui kebijakan yang berbasis pada kompetensi, kualifikasi dan kinerja. Sebagai implementasi kebijakan tersebut, Pemkab Garut telah melakukan langkah-langkah optimalisasi managemen kepegawaian dengan memanfaatkan IT, antara lain menerapkan sistem informasi absensi, kinerja, dan lain-lain, cetusnya.

“Kenaikan pangkat/jabatan bukanlah hak, melainkan penghargaan yang diberikan atas prestasi kerja dan pengabdian ASN terhadap negara. Banyak pertimbangan yang dijadikan dasar pengambilan kebijakan untuk memberikan kenaikan pangkat ini. Jadi khusus untuk kebijakan pemberian pangkat, pertimbangan penilaian prestasi kerja adalah yang paling utama. Pesan saya bekerjalah dengan hati,” tandas Rudy.

Bupati juga berpesan, agar ASN yang naik pangkat pada hari ini bisa meningkatkan sumber daya manusia, terutama dimulai dari integritas diri, yaitu sinkronisasi antara ucapan, tindakan, pikiran dan hati. Apa yang diucapkan ASN, kata dia, harus sama dengan yang dilakukan dan dipikirkannya, jangan sampai tidak sinkron dengan kenyataannya. “Integritas diri adalah modal utama untuk menuju ke integritas sosial,” pungkas Rudy.**wahyu

Editor & Penerbit: Den.Mj

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *