Sektor 22 Kolonel Eppy Gustiawan Berhasil Tertibkan 126 KK Bangunan Liar

Media Jabar.Net.Bandung  – Baru 126 KK Bangunan liar (Bangli) di bantaran (sempadan) Sungai Cipamokolan yang sudah dibongkar. Dansektor 22 (Kol. Inf. Eppy Gustiawan, S.I.P.,) pada pelaksanaannya merangkul unsur dinas terkait di Pemerintah Kota Bandung.

Menurut Dansektor 22, sepanjang 11 KM Sungai Cipamokolan dari Jl. By Pas hingga Antapani Tengah baru 126 KK Bangli dibongkar dengan secara mandiri oleh pemiliknya, Jumat (27/11).

“Ada beberapa keuntungan dalam program pembongkaran Bangli saat ini, selain penertiban sempadan sungai juga mengembalikan status sungai ke kelayakannya, lebih bagusnya lagi kita bisa menyadarkan para pemilik Bangli,” jelas Dansektor.

Walaupun sudah belasan tahun ia tinggal, mereka menyadari lahan itu mau dipakai pemerintah, dengan humanis mereka meninggalkannya tanpa ada gejolak negatif dari pihak manapun.

“Kesadaran mereka setelah dilakukan edukasi sosialisasi, mereka pun membongkar rumahnya masing masing. Dengan tujuan mitigasi bencana, miris keadaan mereka disini kita pedulikan mereka pindah ke tempat yang aman,” imbuh Dansektor.

Selain menghindari bahaya banjir masih kata Dansektor, pembongkaran ini akan mengurangi sedimentasi karena terjadi penyempitan sungai akibat adanya pembangunan di bantaran sungai.

Kasat Pol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi, S.I.P., sangat mengapresiasi pada gerakan Dansektor 22, karena dalam penertiban bangli ini masuk pada kategori 10 tertib, untuk mengembalikan ke fungsi awal.

“Diantaranya adalah, tertib lingkungan, tertib bangunan dan tertib sungai, pada program citarum harum sudah jelas ada Perpresnya, kami sangat mengapresiasi walaupun sampai ada pembongkaran karena untuk mengembalikan ke fungsi awalnya.” jelas Kasat Pol PP.

Kepala BBWS Citarum, Ir. Anang Muchlis, Sp. PSDA., merasa terbantu oleh tindakan Dansektor 22, kedepannya lahan bekas bongkaran akan dibuatkan fasiltas sungai.

“Kami akan membuat jalan insfeksi disepanjang sungai, sisanya untuk pembangunan sebagai fasilitas hijau sebagai penunjang sungai dan masyarakatnya, karena selama ini kita susah bila ada pemeliharaan terhalang oleh bangunan liar,” jelas Anang.

Hal yang sama terucap dari Dra. Rahmawati Mulia, M.Si., (Camat Arcamani, namun ia menambahkan bahwa mereka para penghuni Banli walaupun sudah 18 Tahun mereka tinggal, namun siap mengosongkan bila betul lahan dipergunakan pemerintah

Gayung bersambut antara lontaran kata per kata nara sumber, seperti halnya yang direncanakan oleh Kadis PU Kota Bandung (Ir. Didi ruswandi, M.T.,), yaitu ia berkeinginan menghijaukan sempadan sungai berikut fasilitas masyarakatnya.

 

“Kami berencana juga pada penataan lahan sempadan sungai ini, selain ada jalan insfeksi juga ada RTH dengan fasilitas Viu Sport, yang sesuai dengan hobby anak anak di wilayah masing masing,” jelas Didi.

Tujuan Kadis PU ini merupakan penyempurna area sempadan sungai supaya bisa jadi ruang kebahagiaan masyarakat. Selain ada sabuk hijau penguat sungai juga ada pula area rekreasi masyarakat. (Asep/Jpch)

Bagikan Berita

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

süperbahisbetebetpiabetbetvolesekabetvevobahiscanlı casinocanlı casino siteleri
bahis siteleri1xbetpokerklasrestbetdeneme bonusu veren siteler
bahis forumuimajbetcasino sitelerihttps://canlicasino.me/https://pokerfifa.me/