Pengakuan Jenal Mutaqin Caleg DPRD Kota Bogor , Soal Pencalonannya di Pileg

Media-Jabar.Net, BOGOR – Menjadi anggota dewan pada pemilihan legislatif April 2019 mendatang, bukanlah sesuatu hal mudah. Apalagi untuk meraih target suara dalam pencalonan di periode ketiga, seperti yang disampaikan Jenal Mutaqin Caleg DPRD Kota Bogor untuk Dapil Kecamatan Bogor Timur dan Tengah ini.

“Maju di pileg periode ketiga kali ini, bagi saya dirasa cukup berat, karena dari segala persiapan ternyata bukan lebih mudah, sebaliknya lebih sulit,” kata Caleg dari Partai Gerindra ini, Senin (21/1/2019).

Persiapan cukup berat lainnya, sambung Jenal, faktor fisik turut mempengaruhinya. Termasuk soal anggaran yang harus dipersiapkan untuk kebutuhan pembelian alat peraga dan biaya operasional kunjungan silaturahmi kepada masyarakat.

“Ini yang jadi fokus dan perhatian kami. Mengingat, kesulitan yang dihadapi sekarang itu banyak, mulai dari titik lokasi kunjungan ke masyarakat yang begitu luas, dibanding saat awal kami mencalonkan jadi anggota dewan yang cuma 10 titik, tapi sekarang bisa 30 titik lokasi,” ungkapnya.

Dikatakannya, perjalanannya maju di pileg bukan tanpa alasan, namun semata – mata karena prinsif ingin memperjuangkan aspirasi masyarakat, mulai dari soal pendidikan, kesehatan, kemiskinan, masalah BPJS, bantuan tidak tepat sasaran dan layanan gratis seperti ambulance.

“Keluhan-keluhan itulah yang memutuskan dan mendorong saya kembali untuk maju jadi wakil rakyat ditingkat kabupaten. Disamping dukungan dari tim yang kita bentuk sejak tahun 2009. Padahal, sebelumnya saya pernah ditawarkan untuk naik ke provinsi, tapi tidak diperkenankan oleh tim, khawatir kalau jadi jauh dari masyatakat,” akunya.

Ia berharap, periode ketiga ini memiliki kekuatan besar, agar aksebilitas untuk membantu masyarakat bisa lebih luas dan tercapai, sebagaimana ketika menjadi wakil rakyat selama dua periode ini yaitu mengembalikan jabatannya pada masyarakat melalui pemberian pasilitas transportasi gratis berupa ambulance.

“Termasuk pembagian susu gratis setiap bulan untuk 25 posyandu dan bantuan konpensasi 100 ribu per posyandu yang diambil dari gaji pribadi saya sebesar 30 sampai 40 persennya, jadi bukan dari APBD Kota Bogor, “Tuturnya.

Soal peningkatan SDM masyarakat, kata Jenal bukan sesuatu hal mudah, perlu dukungan dan adanya pembinaan dari para anggota dewan itu sendiri. Apalagi, keadan masyarakat sekarang masih berpegang pada sifat multi tafsir yang berbeda.

“Harus ada dukungan dari tingkah laku para anggota dewan, sebab untuk mengingkatkan SDM masyarakat itu harus diawali dari cara merubah pola pikirnya dulu. Ini juga sudah menjadi pemikiran saya sejak dulu, semua harus dilakukan bukan ketika seperti sekarang, tapi harus sampai ketika nanti jadi,” pukasnya.

(Agus)

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *