JACHJA TD: Sulit Merubah Sikap Koruptif

Media Jabar.Net.Bandung – Reformasi yang terjadi di negara kita membuka lembaran baru berbangsa dan bernegara, terutama dalam berdemokrasi dan tatanan bernegara. Seakan-akan semua elemen bangsa bangkit dari alam tidurnya dengan kemasan baru dan tumbuh berkembangbiak atas nama patriotisme dan amanat Pendiri Bangsa Indonesia.

Namun dalam perjalanannya, seperti yang kita ketahui, asas patriotisme lambat-laun terkikis karena mereka yang diberi amanah rakyat dan hidup dari uang rakyat lebih mementingkan pribadi/keluarga/kroninya. Hampir di setiap tingkatan pemerintahan terjadi korupsi. Baik yang ketahuan maupun yang tidak. Mirisnya, tindakan koruptif tersebut dianggap hal yang biasa saja dan mungkin sudah menjadi budaya.

Ada pula, mereka yang melakukan tindak pidana korupsi bermatematik. Seandainya korupsi sekian dan tertangkap, dianggap apes. Kalau tidak ketahuan, berarti menjadi deposito di akhir masa pensiun dan dapat meninggalkan harta berlimpah untuk keturunannya.
“Sulit merubah sikap koruptif bangsa ini selama mereka menganggap hal yang biasa dan bisa diselesaikan dengan damai.” Ujar Jachja TD, Kepala Biro Investigasi dan Klarifikasi Gerakan Nasional Pencegahan Korupsi Republik Indonesia (GNPK-RI) Jawa Barat disela-sela kunjungan kerja Wakil Gubernur Jawa Barat, H.Uu Ruzhanul Ulum di Sumedang tadi pagi (11/08).

“Saya harap, semua elemen masyarakat berperanserta dalam pencegahan dan pemberantasan korupsi ini. Selamatkan uang rakyat dari kejahatan ini. Sebab peranserta masyarakat sudah dijamin undang-undang. Tidak perlu takut intimidasi dan sejenisnya. Mari kita selamatkan bangsa dan negara ini dari semua kejahatan, demi generasi penerus nanti.” Tuntas Jachja.

(Asep).

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.