Media-jabar.net | Setelah sempat Viral diberbagai pemberitaan di media tentang tertukar nya jenazah pasien covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor, Direktur Utama (Dirut) RSUD dr.H. Ilham Chaidir melakukan keterangan bantahan dengan adanya jenazah tertukar dengan berbeda kelamin saat akan dilakukan pemulasaraan.

“Semoga Allah memberi kami kekuatan iklas dan sabar. Kami dalam keadaan sedih, kami memilih dalam diam dan do’a, Allah tidak tidur, kasihan almarhum yang ingin kedamaian disisi Nya. Peperangan melawan covid masih panjang, energi kami untuk melayani pasien covid dalam iklas dan niat karena Allah,” kata dr. Ilham saat dikonfirmasi awak media-jabar.net via pesan singkat Whatsapp, dan dirinya sedang diluar kantor, mengurus RS Lapangan, Selasa (05/01/21).

Dalam penjelasannya melalui Kepala Bagian (Kabag) Humas RSUD Kota Bogor Taufik Rahmat dihadapan para awak media, dirinya mengklarifikasi serta menyampaikan tentang awal kejadian peristiwa tersebut, bahwa pihak keluarga pasien terus mendesak agar pihak RSUD Kota Bogor mengizinkan jenazah sang ibu untuk dilihat terakhir kalinya dengan alasan, untuk memastikan jenazah yang ada di dalam peti adalah ibunya atau bukan.

Kabag Humas RSUD Kota Bogor Taufik Rahmat.

“Namun, setelah saya memberikan edukasi selama kurang lebih 1 (satu) jam kepada pihak keluarga, dan mengizinkan untuk melihat jenazah ibunya, alangkah kagetnya keluarga, ternyata jenazah yang berada di dalam peti bukanlah almarhum ibunya,” papar Taufik, Selasa (05/01/21).

Taufik juga menegaskan, bahwa jenazah tersebut tidak tertukar dengan jenis kelamin yang berbeda, jenis kelaminnya sama cuma memang itu bukan Ibu (WWT), akan tetapi itu adalah Ibu (IC) yang sama-sama pasien Covid-19.

Ditambahkan Taufik pada saat itu, petugas pemulasaraan yang datang ke ruang perawatan, mengambil jenazah dan membawanya ke ruangan forensik.

“Hari itu saya tidak tahu apa yang terjadi sehingga petugas pemulasaraan langsung membawa jenazah ke ruangan forensik. Ini yang kemudian menimbulkan dugaan dari pihak keluarga ada jenazah yang tertukar dengan jenazah laki-laki. Padahal itu jenazah perempuan, yakni Ibu (IC),” jelasnya.

Dalam hal ini, pihak RSUD mengakui adanya kelalaian dari pihak RSUD dibagian pemulasaran kurang koordinasi atau human error. “Akhirnya kami coba perbaiki, kami ikuti tuntutan dari pihak keluarga. Saya dampingi pihak keluarga sampai ke ruangan isolasi batu tulis bagian belakang rumah sakit, dengan petugas bagian pemulasaraan dua orang. Kemudian dua petugas pemakaman ini mencari jenazah atas nama Ibu (WWT),” terang Taufik.

Taufik menambahkan, pihaknya juga sudah menyampaikan permintaan maaf atas insiden tertukarnya salah satu jenazah pasien Covid-19 dengan jenazah lain yang dialami oleh keluarga, warga Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor tersebut.

“Pihak rumah sakit sudah meminta maaf kepada pihak keluarga secara langsung. Bahkan, saya juga mendampingi proses pemakaman dan mendatangi rumah duka serta saya sudah menjelaskan ke pihak keluarga tentang ketidaknyamanan pelayanannya dan meminta maaf atas nama RSUD apabila ada hal-hal yang tidak berkenan,” pungkas Taufik. (DR)

Editor & Penerbit : Den.Mj

Check Also

Ketua Persit KCK PD XVI/Pattimura Berbagi Takjil kepada Personel Pos Satgas

Media Jabar Net.Ambon – Ketua Persit KCK PD XVI/Pattimura Ny. Arni Rahawarin, berbag…