Warga Kota Bogor Angkat Bicara Insiden Diskriminasi di Acara Cap Go Meh Yang Menimpa Beberapa Awak Media

Warga Kota Bogor Angkat Bicara Insiden Diskriminasi di Acara Cap Go Meh Yang Menimpa Beberapa Awak Media 

Media-jabar.net Sabtu 23/02/2019 Nasional – Jawa Barat – Kota Bogor — Salah satu warga kota bogor yang juga menjabat sebagai Ketua Komunitas Programmer 8 Digit, Imam Mubin kepada awak media-jabar.net di tempat kerjanya menyampaikan bahwa dirinya menyayangkan insiden diskriminasi liputan yang menimpa wartawan salah satunya berinisial (SL) di acara Cap Go Meh (CGM). Acara besar-besaran tersebut juga turut dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Walikota Bogor Bima Arya, Pangdam III/SLW, Kapolda Jabar, dan semua para tamu undangan dari unsur Muspida dan Muspika setempat serta yang lainnya, (19/02). Menurutnya panitia pelaksana seharusnya memudahkan wartawan SL tersebut, karena SL dan juga rekan-rekan  media lainnya berperan mengawal dan menyampaikan informasi yang benar kepada masyarakat, sabtu 23 Februari 2019.

“Pastinya, jika diperlakukan seperti itu, sama dengan mempermalukan SL di tempat umum atau keramaian. Padahal Negara lagi gencar – gencarnya memerangi hoax, informasi dari mana lagi yang bisa di percaya masyarakat kalau bukan dari wartawan. Karna masyarakat tahu kalau wartawan itu memakai kode etik jurnalistik dalam penulisannya, gak sembarangan,” katanya, sabtu pagi (23/02).

Ia pun menambahkan, jika hal tersebut terulang dalam kegiatan peliputan – peliputan lainnya, masyarakat akan kesulitan mendapatkan informasi yang benar.

“Jika hal seperti ini terus berulang, sama saja menghalangi masyarakat mendapatkan informasi yang benar. Tentu hal ini bertolak belakang dengan upaya penanggulangan hoax dan UU Perlindungan Pers itu sendiri,” tambahnya.

“SL sudah terdaftar melalui humas panitia penyelenggara, lantas di tolak masuk media centre karna tidak memiliki kamera, menurut saya alasan yang gak logis. Standarisasi wartawan dari karyanya, bukan dari kamera SLR. Kalau photographer mungkin bisa di bilang iya,” lanjutnya.

Ia pun berharap untuk ke depannya, rekan sesama media harusnya saling mendukung, solid, kompak dan berani mengungkap kebenaran pada publik,  karena insan pers sebagai harapan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar.

“Yah kita ambil hikmahnya saja sekarang, insan pers harus lebih solid, kompak dan berani untuk mengungkap  kebenaran. Ending point liputan kan untuk memberikan informasi yang benar untuk publik,” pungkas Ketua Komunitas Programmer 8 Digit.

Sampai berita ini diturunkan, ketua panitia acara CGM (Arifin) saat akan di konfirmasi belum bisa memberikan keterangannya/ statementnya pada awak Media-jabar.net. (Den.Mj)

Editor & Penerbit: Den.Mj

Bagikan Berita

One thought on “Warga Kota Bogor Angkat Bicara Insiden Diskriminasi di Acara Cap Go Meh Yang Menimpa Beberapa Awak Media

  1. Awak media harus berjibaku mencari dan mengirim berita ke Redaksi. Itupun harus melalui sidang redaksi atau editing.

Leave a Reply to Hans Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *