Usai BSF, Tawuran Pecah 1 Orang Tewas Diclurit

Media-jabar.net | Kota Bogor — Tidak lama usai acara Bogor Street Festival (BSF) atau Cap Go Meh yang digelar di Kota Bogor pada hari sabtu (08/02/2020), tawuran remaja kembali pecah di Kota Bogor pada Minggu dini hari tadi, yang terjadi di Jalan Raya Pandu Raya, Kelurahan Tegalega, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor menjelang subuh.

Dari peristiwa tawuran tersebut, diketahui seorang remaja berusia 16 tahun tewas, karena sabetan clurit yang mengenai kepala dan leher korban. Tawuran di waktu malam nampaknya jadi trend bagi remaja kota hujan. “Dalam peristiwa tersebut, satu orang dinyatakan meninggal dunia,” kata Kapolsek Bogor Utara, AKP Ilot Juanda, Minggu (09/02/2020).

Dari informasi yang diperoleh, tawuran antara remaja kembali menelan korban nyawa. Informasi tersebut juga menyebutkan, kakak beradik R (17) dan MZ (16) tengah mengendarai motor, tiba-tiba diserang segerombolan remaja yang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor, disusul menggunakan kendaraan angkot, sambil membawa senjata tajam.
Kedua kakak adik itu tengah berboncengan, tiba diserang secara membabi buta. “Saya yang dibonceng, adik saya bawa motor. Tiba-tiba adik saya terkena celurit,” kata remaja berinisial (R).

Remaja (R) tersebut menyebutkan, ia dan adiknya sempat terjatuh dari sepeda motor karena panik dikejar segerombolan orang berprilaku beringas dan jumlah mereka cukup banyak.

Kakak dan adik itu terpisah, sang adik sempat berduel dengan remaja dari kelompok penyerang. Karena kalah jumlah, (R) kemudian melarikan diri dan berpisah dengan adiknya. Akibat, duel tak seimbang, korban tewas dengan luka di bagian leher, kepala dan tangan.

Warga setempat membawa korban ke RS PMI kota bogor. Sedangkan pihak kepolisian Bogor Utara dibantu tim Reskrim Polresta Bogor Kota, saat ini masih melakukan penyelidikan terkait tawuran yang merenggut nyawa tersebut.

“Polisi tengah memburu para pelaku. Terkait hal itu, kita masih penyelidikan dan kita tengah mengembang kasus tersebut,” kata AKP Ilot.

Hal serupa juga disampaikan oleh PAUR Humas Polresta Bogor Kota Iptu Desty pada awak Media-jabar.net saat dikonfirmasi menerangkan, “sekitar pukul 04.20 wib piket SPK menerima telepon dari RS PMI kota bogor, bahwa ada korban pengeroyokan meninggal dengan inisial MZ umur 16 tahun, tidak sekolah, warga arzimar, bogor utara, terangnya.

“Kejadian berawal Korban bersama rekannya menggunakan sepeda motor (3 motor) mau pulang ke rumah sehabis main di tegal lega. Pada saat melintas di tikungan jalan pandu raya dihadang oleh sekelompok orang yang menggunakan 2 sepeda motor dan satu angkutan kota (diperkirakan 5 orang). Pihak Kepolisian mendatangi RS PMI cek korban, mengumpulkan keterangan dan saksi-saksi, cek tkp dan mencari barang bukti,” jelas Desy. (Den.Mj)

Editor & Penerbit: Den.Mj

 

 

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.