Tak Ikut Study Tours SD Lawanggintung II Kota Bogor Berikan Nilai Raport Buruk Pada Muridnya 

Tak Ikut Study Tours SD Lawanggintung II Kota Bogor Berikan Nilai Raport Buruk Pada Muridnya 

Media-jabar.net Senin 07/01/2019 Nasional – Jawa Barat – Kota Bogor – Pendidikan — Para orang tua siswa-siswi SD Lawanggintung II Kota Bogor, pagi tadi berbondong-bondong mendatangi Komisi Pendidikan DPRD Kota Bogor, lantaran ketidak ikut sertaan anak-anak mereka di study tours, yang diduga mengakibatkan salah satu nilai mata pelajaran mereka di raport mendapat nilai D, pada hari Senin, 7 Januari 2018.

Kepada Komisi Pendidikan, Faisal menyampaikan keluhan anjloknya nilai anaknya untuk mata pelajaran menjadi nilai D, dan hal ini di alami juga oleh seluruh siswa yang lainnya yang tidak ikut study tour ke Taman Mini.

“Kami ke sini untuk beraudiensi dengan komisi pendidikan karna anak kami mendapatkan nilai D karna tidak ikut studi tours,” kata faisal yang merupakan salah satu orang tua murid yang mendapatkan nilai tersebut.

Faisal menambahkan bahwa hal ini ia tempuh bersama para orang tua lainnya, karna pihak sekolah tidak mampu memberikan rincian mengapa anaknya mendapatkan nilai tersebut.

“Pihak sekolah tidak mampu memberikan rincian jawaban kepada kami mengapa anak kami yang tidak ikut study tours mendapatkan nilai D untuk mata pelajaran olah raga, padahal selama ini nilai anak saya bagus. Terlebih ada juga siswa yang memang suka tanding olah raga tapi dapat nilai D juga karna gak ikut,” tambahnya.

“Selain hal lain yang kita sampaikan, yang kita takutkan adalah dampak psikologi bagi anak. Anak merasa tertekan dan takut, alhamdulillah komisi pendidikan DPRD Kota Bogor menyambut kami dengan baik. Karna ini memang masalah serius di banyak sekolah,” pungkasnya.

Sebagai tindak lanjut akan masalah tersebut, anggota komisi pendidikan DPRD Kota Bogor berencana akan memanggil Diknas Kota Bogor dan pihak sekolah terkait. Bahkan Ubaidilah menilai

“Ini adalah fenomena gunung es, dan ini adalah masalah di banyak sekolah. Banyak mudharatnya, bila perlu kita usulkan study tours di hapuskan ke Diknas ataupun Pemkot,” ujar anggota komisi pendidikan kepada para orang tua siswa.

Selain hal tersebut, para orang tua mengeluhkan peran komite sekolah yang seharusnya menjadi penengah bukannya memihak kepada sekolah saat terjadi keluhan, dan bahkan menjabat lebih dari dua periode (10 tahun) walau sudah tidak memiliki anak di sekolah tersebut.

Saat berita ini di turunkan, belum ada pihak sekolah yang bisa di mintai keterangan. Namun komisi pendidikan menyatakan bahwa hal tersebut melanggar aturan. (Den.Mj/Imn)

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *