Media Jabar.Net.Bandung – Mata air purba dahulu pada zaman belanda nama nya leding orang sunda menyebutnya ledeng sampai saat ini nama ledeng melegenda bahkan sekarang jadi nama kelurahan.

Sejak 1921 mata air purba sudah ada bahkan junlah nya mencapai 15 mata air  sekarang tinggal 8 mata air tergerus oleh pembangunan. Sekarang ditumbuhi batu dan besi sehinga resapan air sudah tidak tertampung lagi akibatnya longsor dan banjir .

 

Alih pungsi lahan ini yang mengakibatkan bencana longsor dan banjjir yang berimbas ke kota Bandung.

Hal ini sudah tak bisa di bendung lagi akibat ulah para pejabat yang masih memberikan izin di kawasan Bandung utara sebagai bentebg pertahanan resapan air.

Untung masih ada para penggiat lingkungan yang peduli terhadap alam seperti Abah wiwi salah satu penggiat lingkungan yang masih eksis rabu (4/4) bersama jurnalis peduli citarum harum (JPCH) menanam pohon di wilayah kelurahan ledeng Kecamatan Cidadap Kota Bandung.

Abah Wiwi memaparkan tentang banyaknya bangunan disekitar  KBU yang sepertinya pejabat kewilayahan nutup mata sambil melirik seolah nyindir sama yang duduk disebelahnya sekcam Cidadap Aminudin dan Lurah Ledeng Suprapto .

Suprapto pun ahirnya angkat bicara dengan jurus pembelaan nya ”  bukan menutup mata namun sepertinya ga punya taring apalagi saya seorang ASN ,”  ujarnya.sambil tertawa.

Sementara ketua JPCH H.Setiawan menuturkan ” di harapkan penanaman pohon ini jangan hanya seremonial belaka namun harus didasari dengan hati yang iklas, merawat alam dan lingkungan “pungkasnya. (A1 )

 

 

Check Also

Ketua Persit KCK PD XVI/Pattimura Berbagi Takjil kepada Personel Pos Satgas

Media Jabar Net.Ambon – Ketua Persit KCK PD XVI/Pattimura Ny. Arni Rahawarin, berbag…