PT. Sinarmas Multifinance Kota Depok Diduga Langgar pasal 62 No 13 Tahun 2003 UU Ketenaga Kerjaan

PT. Sinarmas Multifinance Kota Depok Diduga Langgar pasal 62 No 13 Tahun 2003 UU Ketenaga Kerjaan

Media-jabar.net Sabtu 10/11/2018 Jawa Barat – Depok —  Salah satu dari sekian banyak  pekerja atau karyawan dari PT. Sinarmas multifinance Cabang Depok, yang berinisial Hpy, mengeluhkan atas sikap perlakuan dari perusahaan yang tidak adil terhadap dirinya. Seperti yang  disampaikannya pada awak Media-jabar.net, Hpy menuturkan bahwa, “sebelumnya saya telah diterima bekerja oleh perusahaan Sinarmas multifinance cabang depok, tapi tiba-tiba di pertengahan masa kontrak bekerja saya di berhentikan secara sepihak oleh perusahaan, tanpa ada alasan yang jelas,” terangnya, sabtu 10 November 2018.

Ditambahkannya, “sudah hubungan hukum saya dengan perusahaan tersebut dan di tuangkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) dengan No.0063/PKWT ll/SMMF-HRD lnt/DPK/IV/2018, dengan masa kontrak 12 (dua belas) bulan, terhitung dari tgl 26 April 2018 sampai dengan 25 April 2019. Namun dalam kenyataannya baru 4 (empat) bulan pada tgl 29 Agustus 2018, Hpy telah mengalami pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan, sebelumnya pekerja (Hpy) belum pernah mendapatkan surat peringatan ke satu atau ke dua dari perusahaan, apalagi pekerja tersebut tidak pernah melakukan pelanggaran berat yg merugikan perusahaan,” tambahnya.

Dicantumkannya Pasal 62 Undang–Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”) Pasal 62 UUK berbunyi : Sebagai dasar hukum nya pasal 62 Undang undang ketenagakerjaan, Bunyi yaitu, “Apabila salah satu pihak mengakhiri hubungan kerja sebelum berakhirnya jangka waktu yang di tetapkan dalam perjanjian kerja waktu tertentu,atau berakhirnya hubungan kerja bukan karena ketentuan sebagaimana di maksud dalam pasal 61 Ayat (1) pihak yg mengakhiri hubungan kerja di wajibkan membayar ganti rugi kepada pihak lainnya sebesar upah pekerja/buruh sampai batas waktu berakhirnya jangka waktu perjanjian kerja“.

Dalam hal ini Pekerja (Hpy), mendatangi kantor Disnaker bidang hubungan industrial kota Depok, untuk melaporkan terjadi dugaan pelanggaran yg dilakukan tentang PHK secara sepihak dan tidak mendapatkan penggantian kompensasi sisa kontrak selama 8 (delapan) bulan, oleh perusahaan PT Sinarmas multifinance cabang depok.

“Pekerja (Hpy) memutuskan menempuh upaya hukum, dan sebelum menempuh upaya hukum gugatan Hpy menempuh proses penyelesaian sengketa Bipartit, selanjutnya penyelesaian melalui mediator hubungan industrial. Apabila langkah tersebut tidak mendapatkan hasil maka pekerja (Hpy) akan menempuh jalur pengadilan Hubungan industrial,” pungkasnya.

(Den.Mj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *