Banyak Negara Ikut Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani : Virus Corona Hoax Terstruktur

Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani saat diwawancarai awak media Eropa.

Media-jabar.netSejak Presiden the World Peace Committee 202 Negara (www.twpc202.org) HE Mr Djuyoto Suntani pada 12 April 2020 membuat pernyataan terbuka yang dipublikasi di seluruh penjuru Dunia bahwa “isyu virus corona 100 persen Bohong, banyak Negara mendukung dan sepakat”.

“Banyak Negara sekarang sepakat dan mendukung Presiden the World Peace Committee HE Mr Djuyoto Suntani, bahwa isyu virus corona 100 persen Bohong. 100 persen hoax yang dikelola secara masiv dan terstruktur,” jelas Sekretaris Jenderal the World Peace Committee Prof Dr Francesco Paolo Scarciolla di kota Matera Italia Eropa (25/4/2020).

Sekretaris Jenderal the World Peace Committee mengaku bahagia gerakan International Menolak Masker tanggal 25 April 2020 Sukses Besar di seluruh penjuru Dunia.

“Hanya masyarakat dan Negara bodoh yang menetapkan menggunakan masker. Hanya orang bodoh saja yang menggunakan masker,” tegas Vice Chairman the World Peace Committee Mr Samuel Mathew Downing di Washington DC USA.

Banyak Negara yang melarang menggunakan masker serta mengatakan isyu virus corona adalah hoax total.

“Negara Swedia, Swiss, Latvia, Lithuania, Estonia, Jepang, Brazil, Ecuador dll sepakat dengan Presiden the World Peace Committee, isyu virus corona 100 persen Bohong,” tambah Sekretaris Jenderal the World Peace Committee Prof Dr Francesco Paolo Scarciolla.

(Den.Mj)

Editor & Penerbit : Den.Mj

 

Bagikan Berita

One thought on “Banyak Negara Ikut Presiden Dunia Mr Djuyoto Suntani : Virus Corona Hoax Terstruktur

  1. Isu corona ini memang strategi baru pemasaran negara2 kapitalis yg ingin menguasai dunia. Lihat saja peralatan rapid test yg diproduksi China, bukanya memberikan informasi yg benar justru yg ditest divonis positif corona dan ujung2nya dikarantina dan disuruh minum obat yg dipasok dari China

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.