Perhatian Dinas LH Garut Pasca Terjadinya Pohon Tumbang Yang Menewaskan Warga

Perhatian Dinas LH Garut Pasca Terjadinya Pohon Tumbang Yang Menewaskan Warga

Media-jabar.net Rabu 30/04/2019 Jawa Barat – Garut — Pasca rubuhnya pohon Caringin (Bringin) berukuran cukup besar, menimpa sebuah pohon randu yang juga ikut tumbang menyebabkan satu orang meninggal dunia dan 10 orang luka-luka. Serta beberapa kendaraan ikut rusak yang berada di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Jalan Bratayudha, Kelurahan Regol, Kecamatan Garut kota, pada Senin (29/04).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut Asep Suparman M.Si., melalui Kabid Pertamanan Pemakaman dan Hutan kota Drs.Agus Kustiwa membenarkan kejadian tersebut, saat ditemui awak media-jabar.net di ruang kerjanya, pada selasa 30 April 2019.

Agus menjelaskan, “dampak dari kejadian 2 pohon roboh itu, yaitu pohon Caringin yang usianya kurang lebih 40th, meninpa pohon randu berusia 30 thn tersebut, pihak DLH meminta kepada warga setempat untuk membuat kesepakatan bahwa pohon diarea tersebut untuk di pangkas atau di tebang. Demi keselamatan warga setempat dan tidak mengganggu akses lalulintas,” ucapnya.

“Sebelumnya DLH di bulan januari melaksanakan pemangkasan pohon-pohon yang tumbang tersebut (randu dan ki hujan), itu juga setelah ada permohonan dari warga sekitar, saudara Agus yang memohon untuk dilakukan penebangan. Karena kondisi pohon yang menjulang tinggi dan keterbatasan alat berat Cren, maka Dinas LH haya memangkas dahan-dahan pohon yang menjulur kejalan saja, yang dianggap bisa membahayakan kepentingan umum,” terang Agus.

Ditegaskannya karena pohon tersebut bukan diarea jalur hijau dan itu bukan menjadi kewenangan DLH. Walau pun pohon tersebut ada di diarea TPU (Makam Panyirapan Talun – red ), tetapi seluruhnya bukan kewenangan DLH (Pemda) karena TPU tersebut masih milik perorangan.

Agus berharap untuk kedepannya, menghibau kepada warga jika melihat pohon yang sudah tua dan lapuk segera lapor dan kordinasi dengan DLH.

“Digarut sendiri pohon rawan yang diatas usia 50 tahun ada sekitar 200 pohon yang berdiri di area kantor pemerintahan dan sebagian di jalur hijau. Secara aturan pengelolaan dilakukan oleh pemerintah tingkat II/kab, untuk TPU milik pemerintah. Hal ini di atur dalam peraturan presiden no 71 tahun 2012. Tentang
penyelenggarakan pengadaan tanah untuk kepentingan umum. Bahkan dalam UU no 2 tahun 2012, tentang pengadaan tanah bagi pembangunan untuk kepentingan umum. Jadi kesimpulannya, tempat pemakaman umum yang dikelola oleh pemerintah daerah adalah tempat pemakaman umum yang di beli oleh pemerintah daerah, sehingga menjadi aset Pemda,” paparnya.

“Hari itu juga (Senin 28/04/2019-Red ). DLH yang di wakili Kasi Taman H Dadan telah datang kerumah korban Enda (48) alamat Kampung Burujul, Kelurahan Margawati, Kecamatan Garut Kota, juga ke tempat korban luka-luka yang dirawat di RSUD Dr.Slamet Garut. Pihak DLH juga membereskan sisa-sisa reruntuhan, sambil menunggu surat permohonan atau kesepakatan dari warga, untuk menebang pohon yang dikuatirkan nantinya ada masalah, karena pohon itu di luar kewenangan DLH,” pungkas Agus.
**wahyudin

Editor & Penerbit: Den.Mj

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *