Ketum DPP FAGAR lantik Pengurus DPC FAGAR Cibatu

Media-jabar.net | Jawa Barat – Garut — Bertempat di Gedung Koperasi Marga Mulya (KMM) Cibatu sebanyak 270 Peserta mengikuti acara seminar sehari sekaligus pelantikan pengurus DPC FAGAR (Forum Aliansi Guru, Karyawan Sukarelawan) Kec. Cibatu. Pembukaan Seminar dibuka secara langsung oleh Ketua Korwil UPT Pendidikan, sedangkan yang melantik di pimpin secara langsung oleh Ketum DPP FAGAR Cecep Kurniadi, S.Pd., dan yang menjadi narasumber adalah H. Totong, S.Pd, M.Si Kepala Dinas Pendidikan Garut dan H. Mahdar Suhendar, M.Pd Ketua PGRI Kab. Garut

Dalam sambutannya Aep Saepudin selaku Ketua DPC FAGAR Cibatu mengucapkan, “terimakasih kepada semua pihak yang mendukung untuk suksesnya acara seminar, wabil khusus kami sampaikan buat Bapak Kadisdik Garut dan Ketua PGRI Garut yang telah hadir memenuhi undangan kami,” ujarnya penuh semangat.

Selanjutnya dikatakan Aep,”bahwa tujuan di gelar seminar adalah rangka menambah wawasan pola berpikir para guru honorer/non PNS untuk bisa tampil beda karena sama-sama berprofesi sebagai guru yang punya julukan sebagai Pahlawan tanpa tanda jasa serta dalam upaya mempererat tali silaturahmi antara para guru non pns baik yang di negeri, swasta dengan para stikholder pendidikan yang ada di Kec. Cibatu, Disdik Garut dan PGRI Garut,” ungkapnya.

“Berkat perjuangan Aksi Unjukrasa para guru honorer yang tergabung di FAGAR dan di dukung oleh PGRI Garut pada tahun 2017, tuntutan agar setiap guru honorer untuk mendapatkan SP dari Bupati Garut akhirnya dikabulkan, Bupati mengintruksikan Kadisdik membuat SP, namun sangat disayangkan baru guru yang mengajar di Sekolah Negeri, Sementara guru honor yang ngajar di swasta tidak mendapatkan SP, yang berdampak pula pada tunjangan insentif dari Pemkab. Garut. Kasihan mereka yang demo malah yang dapat SP cuma guru honorer yang di Negeri, untuk itu kami berharap kepada Kadisdik Garut untuk bisa menganggarkan kembali bantuan insentif untuk para guru honor yang ada di swasta, baik itu guru FAUD, TK, SD dan SMP,” ungkap Aep penuh diplomasi.

Sementara itu Kadisdik Garut mengucapkan kebanggaan terhadap guru non PNS yang telah membantu dinas pendidikan sehingga proses KBM berjalan dengan lancar, terus terang, Disdik Garut masih kekurangan guru PNS, kalau tidak ada guru honorer, khawatir proses KBM tidak akan berjalan maksimal, untuk itu kami akan memberikan penghargaan kepada guru non pns pada upacara peringat HUT PGRI nanti. Ucapnya yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari para peserta seminar dan tamu undangan.

Selanjutnya Kadisdik menjelaskan, “bahwa bantusn insentif yang telah di cairkan adalah Rp. 200.000/bulan, namun karena harus ada gaji ke 13 dan 14, maka yang diberikan perbulannya Rp. 170.000, insya Allah untuk tahun anggaran 2020 semua guru non pns yang tergabung di FAGAR bisa mendapatkan hak yang sama baik guru yang negeri maupun yang di swasta,” ujarnya.

“Kami akan terus berjuang supaya kesejahteraan guru meningkat, kami kekurangan guru PNS, mari perkuat operator, penjaga sekolah yang sama-sama harus di perhatikan, demikian pula kami senantiasa menjalin kemitraan dengan lembaga profesi guru, insya Allah kami akan aspiratif, siap untuk menerima kritik membangun, karena IPM Garut berada di urutan ke 5 dibawah Kab./Kota se-jawa barat,” imbuhnya.

“Maka untuk meningkat IPM tersebut, ada 6 gerakan besar dari Disdik Garut, seperti program embun pagi, apel pagi, shalat duha, hafal lagu daerah, tahfidz quran untuk SD harus hapal 1 Juz, SMP hapal 2 juz,” ucapnya penuh semangat.

“Kabupaten Garut sebagai Kota Santri mari kita jaga namabesar besar ini, kami tidak ingin mendengar lagi yang naik ke public berita yang negatif saja, jangan sampai ada LGBT, jangan ada vina-vina yang lainnya, mari kita wujudkan bersama Visi dari Pemkab. Garut yang Bertaqwa, Maju dan Sejahtera,” paparnya penuh harap.*wahyu

Editor & Penerbit: Den.Mj

Bagikan Berita

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *